Analisis Strategi Green Marketing pada Brand Sejauh Mata Memandang dalam Kesiapan Ekspansi ke Pasar Jepang

Isi Artikel Utama

Syauqina Azzahra Salsabia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi green marketing bagi brand fashion berkelanjutan Sejauh Mata Memandang (SMM) dalam mendukung ekspansi ke pasar Jepang pada produk kategori HS Code 620630. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumen, studi literatur, dan observasi terhadap karakteristik produk, pasar, serta regulasi ekspor yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT menempatkan SMM pada kuadran I dengan koordinat (1,10;1,26) yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang pasar Jepang. Analisis STDP menetapkan conscious millennials (usia 29–44 tahun) di kota metropolitan seperti Tokyo, Osaka, dan Yokohama sebagai target utama, dengan positioning SMM sebagai sustainable lifestyle brand. Strategi yang diusulkan berupa green marketing mix melalui penerapan green product, green price, green place, dan green promotion. Penelitian ini menunjukkan bahwa SMM memiliki potensi untuk memasuki pasar Jepang melalui strategi pemasaran berbasis keberlanjutan.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Salsabila, S. A. (2026). Analisis Strategi Green Marketing pada Brand Sejauh Mata Memandang dalam Kesiapan Ekspansi ke Pasar Jepang. Andalan Journal of Economics and Business, 1(02). https://www.journal.andalanpublisher.id/index.php/AJEB/article/view/42

Referensi

  1. Basiroen, V. J., Wahidiyat, M. P., & Kalinemas, A. (2023). Dampak Lingkungan dari Fast Fashion: Meningkatkan Kesadaran di Kalangan Milenial Melalui Media Sosial. Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa Dan Desain, 8(1), 113–128. https://doi.org/10.25105/jdd.v8i1.16694
  2. Dahlstrom, R. (2011). Green marketing management. South-Western / Cengage Learning. Hakim, I., & Jamalulail, J. (2025). The Implementation of Slow Fashion Brand Awareness on Instagram: “Sejauh Mata Memandang.” International Journal of Research and
  3. Innovation in Social Science, IX(II), 1494–1504. https://doi.org/10.47772/ijriss.2025.9020122
  4. Hazarika, M., & Kalita, B. B. (2024). Development of Nonwoven Fabric Using Textile Waste and its Characterization. The Journal of Research ANGRAU, 52(2), 78–85. https://doi.org/10.58537/jorangrau.2024.52.2.08
  5. Hendra, Rinda Yanti, Audita Nuvriasari, Harto, B., Kakanita Ari Puspitasari, Setiawan, Z., Susanto, D., Titik Desi Harsoyo, & Rahmat Syarif. (2023). Green Marketing For Business. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  6. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Siaran Pers: Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Capai 55,65 Persen dari Target Tahun 2024. Kemenparekraf.go.id; Kemenparekraf/Baparekraf RI. https://kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-nilai-tambah-ekonomi-kreatif-capa i-5565-persen-dari-target-tahun-2024
  7. Niinimäki, K., Peters, G., Dahlbo, H., Perry, P., Rissanen, T., & Gwilt, A. (2020). The Environmental Price of Fast Fashion. Nature Reviews Earth & Environment, 1(1), 189–200. https://www.nature.com/articles/s43017-020-0054-x
  8. Ottman, J. A. (2011). The New Rules of Green Marketing : strategies, tools, and Inspiration for Sustainable Branding. Greenleaf ; San Francisco, Calif.
  9. Pinto, V. C. D., & Mizrachi, M. P. (2025). The Health Impact of Fast Fashion: Exploring Toxic Chemicals in Clothing and Textiles. https://doi.org/10.20944/preprints202504.1417.v1
  10. Rahayu Budhi Handayani. (2022). Analisis Pengembangan Desain Fashion Berkelanjutan di Indonesia. Narada: Jurnal Desain Dan Seni, 9(1), 95–104. https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/narada/article/view/14939/5641
  11. Yuliati, L., Komariyah, S., & Khatimah, D. A. K. (2023). Analysis of Implementation Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) Toward Export Value Growth in Indonesia. Jurnal Economia, 19(1), 25–37. https://doi.org/10.21831/economia.v19i1.48052